Terbaru

[getBreaking results="4" label="SMA%2FSMK"]

Transaksi Kotor di Bumi Cikarang | Ngikut Buntung gak Ngikut Bingung

Cikarang, mendengar kata Cikarang yang pertama kali terlintas dibenak kita adalah sebuah kawasan industri yang sangat luas yang dipenuhi dengan kepulan asap pabrik, kemacetan di jam berangkat dan pulang kerja serta kesibukan tiada henti yang berjalan selama 24 jam penuh. Kehidupan sehari-hari di Cikarang memang sangat-sangat sibuk, pelaku utamanya adalah kaum buruh yang setiap hari berjuang menjemput rizqi, berharap hidup layak di masa mendatang atau sekedar mencari biaya untuk resepsi pernikahan.

Di tengah kesibukan karyawan yang terus memproduksi, mengemas barang dan mengirim produk di  Kawasan Industri area Cikarang, ada sebuah transaksi yang menggiurkan bagi pelaku atau oknum calo masuk kerja. Calo atau bahasa halusnya "Orang Dalam" memang sudah lumrah di Cikarang, baik pencaker (Pencari Kerja) maupun HRD sudah tahu dan bukan rahasia lagi kalau keberadaan mereka ada dan selalu mengintai para pencaker setiap saat khususnya lulusan baru.


Calo buruh menjadi usaha baru di sebuah kawasan industri dengan pendapatan diperkirakan mencapai jutaan rupiah bahkan puluhan juta rupiah satu kali transaksi, itu menurut mimin yang mendengar dan melihat praktik calo di Cikarang, rata-rata dikenakan biaya 5 - 7 juta/Orang, angka tersebut untuk lulusan SMA/SMK Sederajat ya dan tergantung seberapa besar nama atau gaji diperusahaannya. Masuknya praktik atau transaksi percaloan sangat beragam, diantaranya melalui gerbang perusahaan, orang dalam (Karyawan), mulut ke mulut, atau calo berkeliling di kawasan menawarkan jasanya.

Transaksi tersebut memang menjadi dilema di kalangan pencaker / jobseeker, kata "Ngikut Buntung gak Ngikut Bingung" mungkin tepat menggambarkan dilema yang dirasakan rekan pencaker. Karena kualifikasi / persyaratan yang semakin sulit, misalnya usia maksimal, setiap tahun usia maksimal masuk ke perusahaan semakin muda, karena alasan itulah transaksi percaloan tumbuh subur di bumi Cikarang, keadaan saling menguntungkan membuatnya semakin tumbuh subur.

Ketika kita sudah mendekati praktik calo, kita harus siap dengan semua resiko yang akan dihadapi, apa saja resikonya ?
  1. Keluar uang banyak hasil nihil (ditipu)
  2. Keluar uang banyak bisa kerja (kontrak 3 bulan - 1 tahun)

Jika dilihat dari perbedaan diatas mungkin terlihat sangat jelas bedanya, satu bisa kerja yang satu gigit jari, tapi kita bisa lihat persamaan dari kedua resiko diatas yaitu sama-sama "Mengeluarkan Banyak Uang".

Mindset "Keluar Uang Agar Bisa Kerja" ternyata mampu mengalahkan mindset "Kerja Untuk Cari Uang"

Kutipan "Keluar Uang Untuk Kerja" maksudnya dalam praktik calo ya, walau bagaimanapun baik calo ataupun murni sama-sama mengeluarkan uang, bedanya hanya di angka / nominal yang dikeluarkan.

Baru Lulus SMA/SMK ? Waspadai Oknum Tidak Bertanggung Jawab yang Katanya "Bisa Membantumu Mendapat Pekerjaan"


Lulusan baru bak tambang emas bagi oknum penipu yang berkeliaran di kota Bekasi, keadaan yang masih polos, mental yang belum siap dan pengetahuan yang minim tentang sepak terjang calo tipu-tipu menjadikan lulusan baru sebagai target utama oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berikut mimin lokerpt terangkan bagaimana penipuan tersebut bisa terjadi dan dari mana masuknya


1. Masuk melalui Media Sosial

Media Sosial seperti Facebook/Twitter/Instagram merupakan alat bagi oknum yang tidak bertanggung jawab mencari mangsanya. Biasanya secara terang-terangan menawarkan jasa di Group Facebook ataupun laman sejenis, dan ada saja yang masuk perangkap padahal jelas-jelas terlihat gelagat jahatnya, mungkin karena masih banyak rekan pencaker yang minim informasi tentang hal tersebut.

2. Menawarkan jasa secara langsung

Oknum penipu biasanya menawarkan langsung jasanya kepada rekan pencaker yang sedang muter-muter kawasan industri untuk melamar pekerjaan, istilah umumnya "Ngebolang", tentu saja bagi oknum yang tidak bertanggung jawab mereka yang sedang ngebolang adalah makanan empuk, karena mudah di kenali (biasanya memakai pakaian hitam putih + bawa tas), terlebih lagi jika rekan pencaker tidak tau apa-apa (masih polos)

Demikian informasi yang dapat admin lokerpt sampaikan, tulisan di atas tidak membenarkan/menghalalkan praktik calo, tulisan diatas hanya menggambarkan realita yang terjadi saat ini.

Bagaimana pendapatmu ? tulis dikolom komentar yaaa

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post